Logo Book
Panduan lengkap identitas visual Caraka: filosofi, anatomi lambang, versi animasi dan statis, favicon, aturan ruang, penempatan, dan batasan pemakaian.
Kesetiaan tanpa konteks itu berbahaya
Caraka berarti utusan. Ia juga kata pertama aksara Jawa — dari legenda dua abdi Aji Saka, Dora dan Sembada.
Sembada diberi pusaka untuk dijaga, dengan pesan: jangan serahkan kepada siapa pun kecuali aku sendiri. Belakangan Dora dikirim mengambilnya, membawa pesan: ambil dan bawa kembali.
Keduanya patuh dengan sempurna. Keduanya benar menurut instruksi yang mereka pegang. Keduanya sama kuat. Keduanya mati — bukan karena pengkhianatan, melainkan karena dua perintah yang bertabrakan, tanpa cara memverifikasi, tanpa manusia di antaranya pada saat yang menentukan.
Lambang dibangun dari satu unit: diameter lingkaran d. Dua lingkaran identik bersinggungan di titik pusat komposisi, membentuk ∞. Aksara ꦕ diletakkan di persilangan itu.
Jarak antar pusat lingkaran = d. Lebar total = 2d. Tinggi = d. Aksara diset pada 0,59d dan berdiri di titik singgung.
Font aksara Jawa menyediakan ruang sandhangan di atas dan pasangan di bawah. ꦕ tidak memakai keduanya, jadi wajib line-height:1 + translateY(17.5%).
Angka ini terukur, bukan dikira. Pada 100px: tinta membentang 55px di atas garis dasar dan 0px di bawahnya, sedangkan kotak font membentang 112/92. Pusat tinta jatuh 17,5px di atas pusat kotak — persis nilai koreksinya.
Versi hidup dipakai di hero situs, splash caraka init, dan video. Tidak pernah di favicon, avatar, atau badge.
Semua durasi tidak kelipatan satu sama lain — supaya komposisi tidak pernah mengulang pola yang sama persis. Kesan yang dikejar: sesuatu yang sedang bekerja, bukan sedang berputar.
Wajib menghormati prefers-reduced-motion. Saat aktif, seluruh gerak berhenti dan komposisi jatuh ke lambang statis.
Tanpa gerak dan cahaya, lambang menyusut ke bentuk intinya: dua lingkaran bersinggungan dengan ꦕ di persilangan. Ini yang dipakai di 95% tempat.
Empat varian resmi. Urutan prioritas: aksen di gelap → aksen di terang → monokrom terang → monokrom gelap.
Di bawah 48px, dua lingkaran hilang dan hanya ꦕ yang tersisa di kotak padat. Itu keputusan, bukan kompromi — lambang besar boleh rumit selama versi kecilnya satu bentuk tegas.
Aksara wajib dikonversi ke path di semua berkas ekspor. Jangan pernah mengirim SVG dengan <text> — sistem tanpa Noto Sans Javanese akan menampilkan kotak tofu.
Apple touch icon tidak boleh transparan; pakai latar #07090D penuh.
Ruang aman = ½d (setengah diameter lingkaran) di keempat sisi. Tidak ada elemen lain yang boleh masuk.
Di bawah 48px, ganti ke mark padat. Cincin setipis 1px akan hilang atau berubah jadi bubur piksel — lebih baik mundur ke bentuk yang tegas daripada memaksakan bentuk yang benar.
Satu hue merek, sisanya nada. Seluruh roda warna disisir untuk mencari hue kedua dan ketiga; kandidat terbaik hanya mencapai ΔE 13,2 — di bawah ambang aman 15. Enam warna status Telegram sudah memenuhi ruang warna, jadi hue baru apa pun pasti bertabrakan. Sistem lengkap ada di Caraka Sistem Warna.
500 untuk lambang dan tombol; 400 untuk teks. Kesumba 500 hanya mencapai 4,89:1 di atas void — cukup untuk elemen besar, tidak untuk teks kecil. Kesumba 400 mencapai 7,83:1.
Merah Telegram #FB6F5F dikosongkan — jaraknya ke kesumba hanya ΔE 9,9. Dan karena himpunan ini gagal uji buta warna — done ↔ cancelled berjarak ΔE 2,5 pada deuteranopia — setiap status wajib membawa glifnya. Warna tidak pernah menjadi satu-satunya sinyal.
Membawa 90% permukaan. Chroma 0,005–0,020 — cukup untuk terasa dingin dan teknis, terlalu rendah untuk bersaing dengan kesumba. Tertiary bukan hue ketiga, melainkan kesumba pada chroma sangat rendah: #12100F · #1E1614 · #2B1612.
Satu-satunya font aksara Jawa yang andal lintas platform. Selalu sertakan fallback latin — banyak sistem belum punya glyph-nya.
Wordmark selalu huruf kecil, sama seperti perintah CLI-nya. Tracking 0,2em untuk lockup, 0,36em untuk versi bertumpuk.
Untuk dokumentasi dan antarmuka. Netral, tidak bersaing dengan aksara.
Empat konteks di mana logo benar-benar muncul. Bukan mockup dekoratif — ini tempat aslinya.
Lambang ini bertumpu pada satu aksara nyata dengan makna nyata. Merusaknya bukan soal selera — itu merusak keterbacaan tulisan yang dipakai orang.
Noto Sans Javanese belum terpasang default di banyak sistem. Tanpa cadangan, logo berubah jadi kotak tofu — jauh lebih merusak daripada mundur ke latin.
Struktur berkas di brand/ pada repo.
Kode Caraka berlisensi MIT. Aset merek tidak. Logo dan nama boleh dipakai untuk merujuk proyek ini — dalam artikel, daftar perkakas, atau integrasi — tetapi tidak untuk menyiratkan dukungan resmi, dan tidak sebagai logo produk turunan. Fork wajib memakai nama dan lambangnya sendiri.